Category Archives: Curcol

Cuma renungan yang gw buat saja

Rumput tetangga lebih hijau, terus ?

“Rumput tetangga lebih hijau” 

Quote di atas lagi booming karena memang banyak di antara kita melihat rumput tetangga tapi lupa untuk ngurus rumput sendiri, ini gambaran bahwa “kita “oh bukan  “gw” terakadang lupa untuk bersyukur akan apa yang sudah ada saat ini, yang sebabkan hal itu banyak faktor entah itu A, B, C sampe Z deh.

sebenarnya rumput kita bisa lebih hijau kok tanpa membandingkan dengan rumput yang lain, dengan cara bersyukur bro, list 1 persatu deh misal

  1. Bisa makan 3 kali itu bersyukur banget apa lagi kalau dengan sayur daun singkong dan tri medan, suer deh !
  2. Kalau misal memang seolah berat bngt tuh otak load pikiran yang selalu buat kerdil coba deh maen ke mana gitu terus perhatikan orang yang lagi jalan yang bisa di katakan ndak seberuntung ente hidupnya, gw yakin deh ntar ada gris melengkung di muka dan sadar kalau Tuhan itu baik (cie lagi fase tobat gw).
  3. Kalau memang rumput kita ngak hijau ya cari cara donk bagaimana caranya biar hijau, tnya tetangganya pakai pupuk apa terus di siram berapa hari bukannya malah memperbesar rasa iri tpi memang seh gw juga  susah buat menghijaukan diri sendiri :(

 

 

 

I’m Just Human Being Lord

well di pagi hari ini ada sedikit yang mau gw share atau tulis gitu lagi jenuh dengan coding ya refresh bentar deh, begini beberapa hari yang lalu ada lelucon yang menarik tentang KeTuhanan, mungkin kawan-kawan sudah terlalu sering dengernya, let say below

Umat ini binasa karena tidak mengenal Aku“, ada teman yang nyeletuk salah siapa gak kenalan toh kita gak mungkin sebagai manusia mengenal Dia dengan cara manusia. as human being gw cuma sekedar bertanya dan tanya karena itu merupakan sebuah becandaan kecil yang buat gw mikir dan merenung. Terus bagaimana gw sebagai manusia harus bertindak sebagai apa !

maaf ya Tuhan cuma sekedar perenungan dan bertanya-tanya

Selamat Pagi  :D

Apa yang menyenangkan Hati Tuhan

well ini di sore hari tepatnya adalah tanggal 20 desember, mau sedikit menuangkan pikiran saja yang selama ini bertolak belakang dengan feeling dan konsep-konsep yang ada di dalam masyarakat.

kita hidup di lingkungan yang sangat padat akan aktifitas kerjaan, kuliah dan semua remeh-temeh kehidupan, mungkin pernah agan merasakan bahwa untuk datang beribadah kepada Tuhan saja tidak merasa tidak layak, karena hal-hal yang telah terjadi, jujur secara pribadi gw juga rasakan hal itu, merasa tertuduh, tidak layak untuk berdoa itu jujur dalam hati agak lama sekali dan sekarang pun kadang-kadang gw temukan diri ini terpenjara oleh pikiran sendiri, tiba0-tiba teringat gw sms seseorang yang pernah dekat dan kini jauh ntah dimana.

“Persembahan kepada Allah adalah jiwa yang hancur; tidak akan Kaupandang hina, ya Allah, hati yang patah dan remuk.”

seketika itu semua hal-hal yang membuat pikiran terkotak-kotak langsung sejenak hilang, ah indahnya firman Tuhan ini. namun yang menjadi masalah ku mungkin juga masalah setiap orang adalah bagaimana menjaga semangat saat membara itu yang menjadi permasalahan, mungkin dengan berjalan nya waktu mungkin akan lebih dewasa dan mengerti what God wants

Happy Coding :D